ROSSA – AKU BUKANLAH UNTUKMU
Dahulu
kau mencintaiku
Dahulu
kau menginginkanku
Meskipun
tak pernah ada jawabku
Tak
berniat kau tinggalkan aku
Sekarang
kau pergi menjauh
Sekarang
kau tinggalkan aku
Disaat
ku mulai mengharapkanmu
Dan
kumohon maafkan aku
Aku menyesal tlah membuatmu menangis
Dan
biarkan memilih yang lain
Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu
Pasti
itu terbaik untukmu
Janganlah
lagi kau mengingatku kembali
Aku
bukanlah untukmu
Meski
ku memohon dan meminta hatimu
Jangan
pernah tinggalkan dirinya......... untuk diriku
Sekarang
kau pergi menjauh
Sekarang
kau tinggalkan aku
Disaat
ku mulai mengharapkanmu
Dan
ku mohon maafkan aku
Aku
menyesal tlah membuatmu menangis
Dan
biarkan memilih yang lain
Tapi
jangan pernah kau dustai takdirmu
Pasti
itu terbaik untukmu
Janganlah
lagi kau mengingatku kembali
Aku
bukanlah untukmu
Meski
ku memohon dan meminta hatimu
Jangan
pernah tinggalkan dirinya
Meski
ku memohon dan meminta hatimu
Jangan
pernah tinggalkan dirinya
...........Untuk
diriku.
ada banyak pria yang mencoba untuk menjalin kasih denganku, namun aku selalu bersikeras untuk mejaga janjiku pada ibu dan semua orang yang ingin melihatku sukses.
aku selalu menolak...sebenarnya itu bukan suatu tolakan, aku hanya ingin melihat usaha dan kesetiaanmu. Namun itu semua sirna. Semua pria yang mencoba mendekatiku selalu berakhir dengan cerita yang sama, dan rasa sakit yang sama. Pernah suatu ketika ada seorang pria yang mendekatiku dan membuktikan usaha yang cukup serius padaku, dia rajin sekali untuk sms, dan titip salam melaui teman baikku. Mungkin responsku yang terlalu dingin atau cuek, aku selalu membawa keseriusannya itu sebagai candaan. Aku sudah pernah bilang kan di awal perkenalan, bahwa aku belom ada fikiran buat menjalin kasih dengan siapapun, entah itu kamu atau orang lain. Atau mungkin cintanya hanya karena nafsu saja, kalau benar-benar sayang pastinya akan membuktikan kesetiannya dong. Aku selalu dibilang egois, aku tidak memikirkan perasaanya. Sebenarnya itu ga kayak gitu. Aku ga ingin mudah didapatkan lalu mudah juga untuk ditinggalkan. aku ingin dia itu menghargai keputusannku, berteman saja bisa dekat dan saling bertukar pikiran, kenapa harus ada sebuah ikatan pacaran? kita tu belom saatnya untuk merasakan moment itu. lama-lama ga ada komunikasi selama sebulan, ku pikir kau sedang menelaah keputusanku. Sebulan setelah itu temanku bercerita bahwa kamu tengah menjalin hubungan dengan dia teman baikku. Di saat itu pun aku menyadari bahwa kamu memang bukan untukku. Ku ambil telepon genggamku dan mengirim ucapan selamat atas hubungannya dengannya, namun dia begitu lama membalas pesanku. Setelah dua hari dia membalas pesanku dan menjawab dengan ucapan terimakasih. aku mendoakan untuk kelanggengan hubungan dia. Sejak pesanku itu dia rajin sekali berkirim pesan, yang membuatku risih, karena kau tengah bersamanya. Dari yang cuma pertanyaan biasa hingga curhat tentang pasangannya. aku selalu menyadarkannya bahwa dia adalah pilihannya, dan dia harus siap menerima kekurangan dan kelebihan dia dari awal hingga akhir. Dia mengatakan bahwa dia mencintaiku dan ingin bersamaku....... namun sekali lagi aku mengatakan hal yang sama. aku tidak ingin dia meninggalkan dia hanya untuk diriku. Disitu aku berdoa kepada Allah untuk pertahankan orang yang mempertahankanku, orang yang Allah kirimkan untukku sekalipun itu dia. Jika memang dia untukku aku meminta untuk di dekatkan, namun jika dia bukanlah orang yang Allah kirimkan untukku aku memohon supaya dijauhkan dengan keikhlasan. Ternyata memang dia menjauh. berarti memang dia bukan untukku.
